Media berbagi pengetahuan, pengalaman, informasi terkait penerapan kurikulum 2013, file aplikasi yang berguna bagi pendidikan.

Showing posts with label Kisah Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Kisah Inspirasi. Show all posts

Belajar dari Kehidupan Cecak

Cecak ditakdirkan hidup merayap dan melekat di dinding, sementara mangsanya bisa terbang. Bagaimana ia bisa menangkap mangsanya jika ia tidak bisa terbang? 

Apakah cecak protes terhadap takdir Allah SWT?

Tidak, karena iya yakin pasti Allah akan memberikan makanan kepadanya. 

Share:

Bagaimana Allah Mengabulkan Do'a Hamba-Nya.


Alkisah, suatu ketika, seorang dokter spesialis syaraf terkemuka di Pakistan, terbang menggunakan pesawat kecil yang hanya berisi beberapa penumpang saja.

Di tengah penerbangan, cuaca tampak sangat mendung. Bahkan langit mendadak gelap. Awan begitu pekat ditimpali kilat yang menyambar-nyambar.

Share:

Kisah Ular dan Gergaji

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari.
Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserak dan tidak di kemas dengan baik.

Nah, ketika seekor ular itu masuk ke gudang tukang kayu, secara kebetulan ia merayap diatas geraji, tajamnya geraji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan geraji itu menyerangnya, ular itu pun membalas dengan mematuk geraji itu berkali - kali.

Serangan yang bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya, marah dan putus asa ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.
Share:

Kisah Orang Buta dan Orang Lumpuh

Syahdan, disebuah negeri hiduplah dua manusia cacat, yang satu picak alias buta dan satunya lagi lumpuh. Sipicak memiliki banyak problema untuk memenuhi hasrat hidupnya, terutama ketika hendak pergi ke mana-mana. Memang ia memegang tongkat sebagai alat bantunya untuk beraktivitas. Namun, tongkat tetap tidak bermata, sehingga si buta masih sering terjerambab akibat terantuk bebatuan dihadapannya. Dus, babak bundas alias lecet-lecet di sekujur badan merupakan peristiwa sangat biasa bagi si buta. Bahkan terakhir kali ia terjungkir ke kali akibat kurang hati-hati. Untung saja, ada orang melihatnya, sehingga dapat bersegera menolong dirinya. Peristiwa itu membuat si picak trauma setengah mati, akibat dirinya nyaris mati di kali.
Share:

Kisah Penjual Keledai

Kisah Penjual Keledai
Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang tua bernama Matahari Tua, beliau tinggal bersama putranya yang bernama Matahari Kecil.Suatu hari, Matahari Tua dan Matahari Kecil pergi ke pekan raya di kota untuk menjual keledainya. 

Seorang perempuan melihat mereka dan tertawa, "Kalian berjalan membawa keledai. mengapa kalian tak menungganginya? Kelian berdua benar-benar bodoh!" "Perempuan itu benar," kata orang tua itu kepada putranya, "Kita berdua sungguh bodoh." 
Share:

Kisah Wanita Tua

Suatu hari yang panas, Nabi Muhammad SAW pergi ke suatu tempat. Di perjalanan di sebuah padang gurun, ia melihat seorang wanita tua membawa tas di kepalanya.

Nabi Muhammad membantunya. Ia langsung membawakan barang-barang wanita itu.


Nabi bertanya kepada wanita sedang menuju kemana dan mengapa melakukan perjalanan sejauh itu.

Share:

Pelajaran Puasa dari Pohon Jati

Oleh Achmad Siddik Thoha

Pohon-pohon jati itu melepaskan dedaunannya. Daun-daun kecoklatan terbang dan terhempas ringan di atas tanah. Lantai hutan jati terlihat penuh dengan daun lebar kering berwarna coklat muda yang berserakan. Hutan jati dalam keadaan meranggas saat itu.

Dua orang melintas pelan di hutan itu. Seorang pria dengan janggut panjang dan pria satunya masih sangat belia. Dua orang ini adalah murid dan guru yang berkelana mencari kearifan hidup.

Share:

Kisah Si Penebang Pohon.

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.
Share:

KISAH KATAK KECIL

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.  Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta...   

Perlombaan dimulai...  Secara jujur tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara. 
Terdengar suara:  "Oh, jalannya terlalu sulitttt!!  Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak."  atau:  "Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!! 
Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu... ...  Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi...dan semakin tinggi.. 
Penonton terus bersorak "Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!" Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah... 
... Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi...  Dia tak akan menyerah! 
Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak! 
SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya? 
Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?   
Ternyata...  Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!! 
Pesan Moral:
Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis, karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. 
Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada.  Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu! 
Karena itu: 
Tetaplah selalu.... 
POSITIVE! 
Dan yang terpenting: 
Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu! 
Selalu berpikirlah: 
"I can do it!
 
Semoga Bermanfaat.

Link Topik Lainnya:
- Aplikasi Nilai Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar (SD)
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- Aplikasi Nilai Kurikulum 2013 Baru Untuk SMP-MTs/SMA-MA
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk SMP Tahun 2016
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk MTs Tahun 2016
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk SMA Tahun 2016
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk MA Tahun 2016
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk SMK Tahun 2016 

- Aplikasi Penelusuran Gaya Belajar Siswa
- Aplikasi Analisis Hasil Ulangan Harian (AHUH)
- Aplikasi Analisis Butir Soal (ABS) Pilihan Ganda 
- Analisis Butir Soal (ABS) Uraian
- Apilkasi Penelusuran Minat Siswa SMP 
 
Share:

KISAH ANAK BUTA DAN SEORANG LELAKI

Pagi itu seorang anak buta duduk di depan sebuah gedung perkantoran dengan tangan memegang topi sambil menengadahkannya memohon belas kasihan. Di sebelah anak kecil tersebut terdapat sebuah papan dengan tulisan “Saya buta, tolonglah saya”. Dan terdapat beberapa buah koin rupiah yang berhasil dikumpulkannya.

Sesaat kemudian tampak seorang pria berjalan lewat di depan anak tersebut. Tiba-tiba dia berhenti dan merogoh sakunya serta mengambil satu lembar uang dan meletakkannya di dalam topi tersebut. Kemudian ia menambil papan tulisan tersebut, menghapusnya dan menuliskan sebuah kalimat lain. Lalu ia meletakkannya kembali di tempat semula di samping anak buta tersebut agar setiap orang yang melewati anak tersebut dapat melihat dan membaca tulisan tersebut dengan jelas.

Tak lama setelah itu, tampak topi yang dipegang anak buta tersebut mulai banyak terisi. Hampir setiap orang yang lewat berhenti dan memberi anak buta tersebut uang.

Saat sore tiba, lelaki yang merubah tulisan tersebut kembali melintas di depan anak tersebut. Si anak yang mengenal langkah kaki tersebut berusaha menghentikan dan bertanya, “Bukankan anda yang telah mengubah tulisan di papan ini tadi pagi? Apa yang anda tulis?”

Lelaki tersebut menjawab, “Saya menulis sebuah kenyataan, saya menulis apa yang kamu tulis tapi dengan cara berbeda.”

Lelaki tersebut menulis: “Hari ini sangat indah dan saya tidak bisa melihatnya.”

Apakah pembaca berpikir bahwa tidak ada bedanya tulisan pertama dengan tulisan pengganti tersebut?

Tentu, bahwa kedua tulisan menyebutkan bahwa si anak buta. Tapi tulisan pertama lugas menyebut si anak buta. Sedangkan tulisan kedua memberitahu orang-orang bahwa mereka sangat beruntung masih dapat melihat. Dan ternyata tulisan berbeda dan yang kedua tampak sangat efektif.

Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur (Kitab Suci)


Semoga Bermanfaat.

Link Topik Lainnya:
- Aplikasi Nilai Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar (SD)
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- Aplikasi Nilai Kurikulum 2013 Baru Untuk SMP-MTs/SMA-MA
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk SMP Tahun 2016
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk MTs Tahun 2016
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk SMA Tahun 2016
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk MA Tahun 2016
- Aplikasi Nilai dan Raport Kurikulum 2013 Untuk SMK Tahun 2016  



Share:

Obat Penawar Derita

Alkisah, ada seorang ibu muda yang sudah berhari-hari tidak makan, hingga tubuhnya semakin kurus saja. Seorang tabib tua memeriksa denyut nadinya, lalu berkata: “Anda memendam begitu banyak masalah dalam hati Anda, sehingga badan menjadi lemah. Karena sebenarnya Anda tidak memiliki penyakit yang parah.”

Setelah mendengar diagnosis sang tabib, ibu muda itu merasa sangat lega seperti terlepas dari beban berat. Kemudian, ibu muda itu pun menceritakan semua masalahnya pada sang tabib. Tabib tua pun bertanya, “Bagaimana perasaan suami Anda terhadap Anda?”

Si ibu muda menjawab dengan tersenyum, “Sangat menyayangi saya.” Tabib tua bertanya lagi, “Apakah punya anak?” Dengan penuh ceria si ibu muda menjawab, “Ada, seorang putri, sangat pengertian….”

Selagi tadi bertanya, sang tabib pun menuliskan sesuatu. Setelahnya, ia memperlihatkan tulisannya di dua kertas pada si ibu muda itu. Lembar yang satu bertuliskan masalah si ibu muda, dan lembaran yang lain berisikan sukacita si ibu muda.

Kemudian, sang tabib berkata pada si ibu muda, “Kedua kertas ini adalah resep obat untuk penyakit Anda, Anda mencatat semua masalah yang Anda hadapi, dan melupakan sukacita di sekitar Anda.”

Sambil berkata begitu, sang tabib tua menyuruh muridnya membawakan sebaskom air dan tinta. Setelah itu, sang tabib meneteskan tinta hitam ke dalam air yang jernih. Terlihat warna hijau muda dari tetesan tinta yang mulai menyebar ke seluruh permukaan air.

Dan dalam sekejap, tinta itu tak terlihat lagi. Sang tabib berkata lagi, “Ketika tinta hitam masuk ke dalam air, warnanya akan memudar. Bukankah kehidupan kita juga begitu?”

Sering kali beban penderitaan yang begitu berat kita rasakan, lebih dikarenakan diri kita sendiri yang terlalu terpaku pada masalah-masalah yang ada dan melupakan sukacita yang ada di sekitar kita. Cobalah belajar untuk mencampurkan sedikit demi sedikit penderitaan pada air kehidupan yang jernih, luas, dan berisi sukacita kita. Dengan begitu, beban hidup kita akan terasa lebih ringan.


Semoga Bermanfaat.
Share:

Kisah Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.
Share:

Kisah Ubi dan Kambing

Di suatu pondok yang sederhana, hiduplah seorang guru tua dengan istrinya. Sang guru sudah puluhan tahun mengajar di sebuah sekolah yang tak terlalu jauh dari rumahnya. Guru ini sangat baik hati dan dihormati oleh murid-muridnya. 

Suatu hari, seorang mantan muridnya datang ke rumahnya. Ia membawa seikat ubi yang diamanahkan oleh ayahnya sebagai oleh-oleh pada sang guru. "Pak guru, saya membawa ubi. Hanya ini yang saya dan keluarga punya untuk membalas kebaikan bapak," ujarnya. 

Melihat muridnya yang lugu dan tulus, sang guru tersentuh. "Kok repot-repot, Nak? Duduk di sini dulu ya. Kamu pasti capek jauh-jauh dari desa bawa ubi. Bapak ke belakang dulu," ujar sang guru. 

Pria paruh baya itu pun berjalan ke belakang dan menemui istrinya. "Bu, kita punya apa? Ini muridku bawa ubi," kata pria itu. Sang istri melihat ke dapurnya. Tidak ada apa-apa selain alat masak, bumbu dapur dan air minum. "Punya apa kita, Pak? Wong kita cuma punya kambing peliharaan bapak itu di belakang," jawab istrinya. 

Guru itu pun mengangguk-angguk, "Oo.. Ya sudah ini ubinya disimpan. Buatkan muridku minum ya, Bu. Kita kasih kambing saja," kata pria itu. Istrinya mengangguk dan membuatkan teh hangat untuk muridnya. Sementara pria itu mengambil kambing peliharaannya. 

"Ini, Nak. Bawa pulang, ya? Bilang terima kasih pada bapakmu," kata pria itu. Muridnya terkejut, tapi ia sangat berterima kasih pada gurunya yang memang baik hati itu. Tak lama, ia pun pulang dari pondok gurunya. 

Di jalan, murid ini bertemu dengan temannya. Teman tersebut bertanya dari mana ia mendapat kambing. Murid yang lugu itupun menceritakan bagaimana ia membawa ubi hingga dapat kambing. Mendengar cerita itu, murid yang satu ini tergiur mendapat pemberian yang sama dari gurunya. Ia pun segera pulang dan menceritakan kejadian itu pada ayahnya. 

Sang ayah yang juga tergiur berkata, "Wah, mungkin kalau kamu bawa kambing, nanti kamu akan diberi sapi, Nak." Begitu pikir ayah dan anak ini. Kalau mereka memberi yang besar, maka mereka akan menerima yang lebih besar lagi. 

Maka, sore itu pergilah murid yang satu ini membawa kambing ke rumah gurunya. Sang guru kaget, baru saja ia memberi kambing pada muridnya, sekarang ia menerima kambing lain yang menggantikan kambingnya. Maka buru-buru ia menemui istrinya, "Istriku, kita dapat kambing lagi. Alhamdulillah. Kita cuma punya ubi, ya? Ya sudah berikan saja ubinya untuk muridku," ujarnya. 

Maka sang guru keluar membawa 3 ikat ubi yang diberikan murid pertamanya tadi. Melihat apa yang diberikan gurunya, murid kedua ini terkejut. Antara agak kecewa dan harus tetap senyum di depan gurunya. Maka ia pun pulang dengan membawa 3 ikat ubi, bukan sapi seperti yang dia harapkan. 

Sahabat, Matematika manusia tidak bisa disamakan dengan matematika Tuhan dalam kebaikan. Berbuat adalah baik bila disertai dengan keikhlasan. Bila mengharapkan balasan dan ganjaran, belum ikhlas namanya. Berbuat baik semata-mata karena Tuhan menyukai perbuatan baik itu. Dan lupakan apa yang sudah kita perbuat, biar hati tenang dan biar Tuhan yang mengurus selebihnya.


Semoga Bermanfaat.
Share:

KISAH HIKMAH SEORANG AYAH DAN ANAK

Seorang anak sedang naik kendaraan dengan ayahnya menuju suatu tempat.

Setelah beberapa kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap dan beberapa kendaraan mulai menepi.

"Bagaimana ayah ? Kita berhenti ?" Tanya sang anak.

"Teruslah mengemudi!" Kata sang ayah.

Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujan pun turun dengan deras. Beberapa pohon bertumbangan, suasana menjadi sangat menakutkan.

"Ayah..?" Ucap anak ragu.

"Teruslah mengemudi, tingkatkan perhatian dan lebih waspada!" Kata sang ayah sambil terus melihat ke depan.

Si anak tetap mengemudi dengan bersusah payah. Hujan lebat menghalangi pandangan. Anginpun mengguncangkan mobilnya.

Si anak mulai takut. Tapi dia tetap mengemudikan mobilnya secara perlahan sesuai perintah ayahnya.

Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, hujan mulai reda & angin mulai berkurang.

Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka di tempat yang kering & mereka melihat matahari muncul dari balik awan.

"Silahkan kalau mau berhenti dan keluarlah" kata sang ayah.

"Kenapa sekarang?" Tanya si anak.

"Tengoklah ke belakang agar engkau bisa melihat seandainya engkau tadi berhenti di tengah badai itu."

Si anak berhenti & keluar dari mobil itu. Lalu dia melihat jauh ke belakang, disana badai masih berlangsung.

Si anak lalu membayangkan bila mereka berhenti dan terjebak. Mereka pasti terjebak dalam suatu ketakutan karena tak tahu kapan badai akan berakhir dan apa yang terjadi selanjutnya.

Jadi jika kita menghadapi "badai" kehidupan, maka teruslah berjalan. Jangan pernah berhenti, jangan pernah putus asa.

Kita tidak pernah berjalan sendiri, ada DIA yang selalu menyertai kita dan akan memberikan jalan keluar yang terbaik pada saat yang tepat.

" AKU menurut persangkaan hambaku"

Artinya kalau kita melihat sesuatu kejadian atau musibah yang menimpa kita dan kita selalu bersangka baik kepada ALLAH, bahwa kejadian itu hanya bersifat sementara dan akan indah pada waktunya.

Maka yakinlah bahwa sesuatu yang indah akan menjelma dan mewujud dalam bentuk yang sebaik-baiknya, baik menurut-NYA dan pasti baik juga buat kita semua.

Semoga bermanfaat sebagai pembelajaran untuk kita semua. Aamiin.
Share:

KISAH KESETIAAN ANTARA SUAMI DAN ISTRI

Hiduplah seorang laki-laki yang sangat miskin bersama istrinya. Suatu sore, sang istri meminta dibelikan sisir untuk rambutnya yang panjang agar terlihat anggun.

Sang suami memandangnya dengan sedih, dan berkata: "Aku belum bisa memenuhi permintaanmu. Bahkan untuk jam tanganku saja aku belum bisa membeli talinya".

Istrinya tidak membantah, bahkan tampak senyum di wajahnya.

Keesokan harinya, setelah selesai dari pekerjaannya, sang suami pergi ke pasar dan menjual jam tangannya, yang tanpa tali itu dengan harga murah. Kemudian membeli sisir permintaan istrinya.

Ketika sampai di rumah sore hari sambil membawa sisir yang dibelinya itu, ia melihat rambut istrinya sudah sangat pendek sekali, dan dilihat tangan istrinya memegang tali jam tangan (rupanya sang istri memotong rambutnya dan menjualnya untuk membeli tali jam tangan). Lalu keduanya saling memandang dengan air mata yang bercucuran.

Bukan karena apa yang mereka lakukan sia-sia!! Tapi karena keduanya merasa saling mencintai. Keduanya sama-sama ingin memenuhi apa yang diinginkan satu sama lain.

Ingatlah selalu..

Bahwa mencintai atau dicintai seseorang itu harus berusaha membahagiakannya dengan banyak cara, bahkan jika hal itu berharga mahal. Karena cinta sejati bukanlah pada kata-kata, tapi pada perbuatan.

Catatan : Dalam Islam memperjual belikan rambut adalah haram. Jadi buat Anda yang beragama Islam, jangan meniru menjual rambutnya, tapi tirulah pengorbanan seorang istri kepada suaminya. Mohon maaf apabila ada kesalahan.


Semoga Bermanfaat.
Share:

KISAH RAJA SATU MATA SATU KAKI

Syahdan di suatu negeri dipimpin oleh seorang Raja yang terkenal tangguh dan pemberani. Raja tersebut sangat terkenal keberanian dan kegarangannya dalam peperangan. Tetapi sayang raja tersebut hanya memiliki satu mata dan satu kaki akibat luka-luka dari peperangan yang berkali-kali dilaluinya.

Suatu ketika sang raja meminta kepada para seniman di seluruh negeri untuk melukis potret dirinya. Satu pesannya, raja meminta agar lukisan yang dihasilkan dapat menggambarkan kebesaran dirinya dengan sesungguhnya dan apa adanya.

Tetapi tak satupun pelukis terkenal yang berani melukis sang raja apa adanya dengan cacat satu mata dan satu kaki. Para pelukis terkenal tersebut merasa tidak akan dapat menggambarkan kebesaran yang dimiliki sang raja. Dan juga mereka merasa takut raja menjadi murka karena lukisan yang dihasilkan justru menunjukkan kelemahan sang raja.

Tanpa dinyana, seorang pelukis muda memberanikan dirinya memohon kepada raja untuk diperbolehkan melukiskan kebesaran dan kehebatan sang raja. Raja pun mengijinkannya dan memberinya waktu satu bulan untuk menyelesaikan lukisan tersebut.

Waktu satu bulan pun berlalu dan tiba saatnya pelukis muda tersebut menyampaikan hasil lukisannya Kepada sang raja. Banyak pelukis2 terkenal dari seluruh negeri yang turut menanti bagaimana hasil lukisan pelukis muda tersebut.

Ternyata dalam lukisan tersebut pelukis muda menggambarkan sang raja sedang berburu dan membidik dengan memejamkan satu mata serta menekuk salah satu kakinya.
Raja pun sangat puas dan berterima kasih atas lukisan yang dihasilkan pelukis muda tersebut.

MUTIARA HIKMAH:
Seperti halnya kebanyakan dari kita, seringkali dalam melihat seseorang atau diri sendiri hanya ter-fokus pada kekurangan dan kejelekannya saja, sehingga sering kali berakibat timbulnya rasa pesimis dan pikiran negatif. Padahal jika kita mau kita dapat mem-fokus-kan pada kelebihan dan kekuatan yang kita miliki untuk menggambarkan diri kita, serta bersikap optimis dan selalu berpikir positif.
Share:

RAHASIA KEBAHAGIAAN

Seorang pemilik toko menyuruh anaknya untuk belajar tentang rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di seluruh negeri. Anak itu melintasi padang pasir selama 40 hari, dan akhirnya tiba di sebuah kastil yang indah, tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal. 

Alih-alih mencari orang bijak tersebut, Si Anak malah melihat kesibukan yang sangat di dalam kastil tersebut: pedagang datang dan pergi, orang-orang bercakap-cakap di sudut-sudut, orkestra kecil sedang memainkan musik lembut, dan ada meja ditutupi dengan piring-piring makanan paling lezat di seluruh dunia. Si orang bijak berbicara dengan setiap orang, dan anak muda itu harus menunggu selama dua jam sebelum tiba gilirannya untuk dapat bertemu dengannya.

Orang bijak mendengarkan dengan seksama penjelasan anak itu mengapa ia datang, tetapi orang bijak tersebut mengatakan bahwa ia tidak punya waktu saat itu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan. Dia menyarankan agar anak itu melihat-lihat istana dan kembali dalam dua jam.

"Sementara itu, saya ingin meminta Anda untuk melakukan sesuatu", kata orang bijak, sambil menyerahkan anak itu sebuah sendok teh berisi dua tetes minyak. "Saat Anda berjalan-jalan bawa sendok ini bersama Anda dan jangan membiarkan minyaknya tumpah".

Anak itu mulai mendaki dan menuruni banyak anak tangga dalam istana, sambil matanya tertuju pada sendok. Setelah dua jam, ia kembali ke ruang di mana orang bijak itu berada.

"Nak", kata si orang bijak, "Apakah Anda melihat permadani Persia yang tergantung di ruang makanku? Apakah Anda melihat taman yang butuh waktu sepuluh tahun untuk menciptakan? Dan apakah Anda melihat perkamen indah dan koleksi di perpustakaan? "

Anak itu merasa malu, dan mengaku bahwa ia tidak sempat melihat apapun. Satu-satunya kekhawatirannya adalah menumpahkan minyak yang telah dipercayakan kepadanya.

"Kembali dan ulangi lagi, amati dan nikmati lingkungan dan keindahan rumah ini", kata orang bijak. "Anda tidak bisa mempercayai seseorang, kalau tidak mengenal rumahnya".

Merasa lega, anak itu mengambil sendok dan kembali menjelajahi istana, kali ini dia mengamati semua karya seni di langit-langit dan dinding. Dia melihat kebun, pegunungan di sekelilingnya, keindahan bunga-bunga, dan mencoba menikmati apa yang telah dilihatnya. Setelah itu ia kembali ke orang bijak, ia bercerita tentang apa-apa yang telah dilihatnya.

"Tapi di mana tetes minyak saya percayakan kepada Anda?" tanya si orang bijak. Melihat ke bawah di sendok di tangannya, anak itu melihat bahwa minyak telah hilang.

"Nak, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan Anda", kata orang paling bijak. "Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia dan tidak pernah melupakan tetes-tetes minyak di sendok".

Penulis: Paul Coelho dalam "The Alchemist"
Share:

KISAH PENJUAL IKAN

Seseorang pedagang ikan memulai berjualan di pasar dipagi hari. Agar dapat menarik pembeli ia memasang papan pengumuman bertuliskan "HARI INI DI SINI DIJUAL IKAN SEGAR"

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata HARI INI? Bukankah kau memang hari ini berjualan, bukan kemarin atau besok?"

Pedagang ikan itu berpikir dan menjawab, "Iya, kau benar." Kemudian ia menghapus tulisan "HARI INI" dan di papan tersebut tulisan berkurang menjadi "DISINI JUAL IKAN SEGAR"

Beberapa saat kemudian datang pembeli ke dua. Pembeli tersebut juga menanyakan tulisan di papan, "Mengapa kau tulis kata DI SINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DI SINI , bukan DI SANA atau di tempat lain?"

"Benar juga!" pikir si pedagang ikan tersebut, lalu dihapusnya kata "DI SINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".

Tidak lama kemudian datang pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya.

"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"

"Benar juga" pikir si pedagang ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN"

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke empat yang juga menanyakan tulisannya, "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tahu kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan atau dibagikan?"

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan "IKAN"

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke lima, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging atau Sayur?"

"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Tinggallah pedagang ikan tersebut berjualan tanpa memasang papan tulisan, dan keinginan menarik pembeli gagal sudah.

Pelajaran:
Yakinlah bahwa tidak mungkin kita bisa memuaskan setiap orang. Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat. 
Jadi utamakan suara hati anda... biarlah orang lain berpendapat... jangan mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain bila anda merasa itu sudah sesuai dengan tujuan anda.

Sumber: Blog Inspirasi
Share:

PRASANGKA BURUK

Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak.

Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya.

Ada perubahan lain. Para pelayan yang sebelumnya betah berlama-lama di istana, mulai pulang cepat. Begitu pun dengan kedatangan yang tidak sepagi dulu. Tampaknya, mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.

Cuma satu pelayan yang masih miskin. Anehnya, tak ada penjelasan sedikit pun dari raja. Kenapa beliau begitu tega, justru kepada pelayannya yang paling setia. Kalau yang lain mulai enggan mencuci baju dalam raja, si pelayan miskin ini selalu bisa.

Hingga suatu hari, kegelisahannya tak lagi terbendung. "Rajaku yang terhormat!" ucapnya sambil bersimpuh. Sang raja pun mulai memperhatikan. "Saya mau undur diri dari pekerjaan ini," sambungnya tanpa ragu. Tapi, ia tak berani menatap wajah sang raja. Ia mengira, sang raja akan mencacinya, memarahinya, bahkan menghukumnya. Lama ia tunggu.

"Kenapa kamu ingin undur diri, pelayanku?" ucap sang raja kemudian. Si pelayan miskin itu diam. Tapi, ia harus bertarung melawan takutnya. Kapan lagi ia bisa mengeluarkan isi hati yang sudah tak lagi terbendung. "Maafkan saya, raja. Menurut saya, raja sudah tidak adil!" jelas si pelayan, lepas. Dan ia pun pasrah menanti titah baginda raja. Ia yakin, raja akan membunuhnya.

Lama ia menunggu. Tapi, tak sepatah kata pun keluar dari mulut raja. Pelan, si pelayan miskin ini memberanikan diri untuk mendongak. Dan ia pun terkejut. Ternyata, sang raja menangis. Air matanya menitik.

Beberapa hari setelah itu, raja dikabarkan wafat. Seorang kurir istana menyampaikan sepucuk surat ke sang pelayan miskin. Dengan penasaran, ia mulai membaca, "Aku sayang kamu, pelayanku. Aku hanya ingin selalu dekat denganmu. Aku tak ingin ada penghalang antara kita. Tapi, kalau kau terjemahkan cintaku dalam bentuk benda, kuserahkan separuh istanaku untukmu. Ambillah. Itulah wujud sebagian kecil sayangku atas kesetiaan dan ketaatanmu."

***Mutiara Hikmah:

Betapa hidup itu memberikan warna-warni yang beraneka ragam. Ada susah, ada senang. Ada tawa, ada tangis. Ada suasana mudah. Dan, tak jarang sulit.

Sayangnya, tak semua hamba-hamba Yang Maha Diraja bisa meluruskan sangka. Ada kegundahan di situ. Kenapa kesetiaan yang selama ini tercurah, siang dan malam; tak pernah membuahkan bahagia. Kenapa yang setia dan taat pada Raja, tak dapat apa pun. Sementara yang main-main bisa begitu kaya.

Karena itu, kenapa tidak kita coba untuk sesekali menatap ‘wajah’Nya. Pandangi cinta-Nya dalam keharmonisan alam raya yang tak pernah jenuh melayani hidup manusia, menghantarkan si pelayan setia kepada hidup yang kelak lebih bahagia.

Pandanglah, insya Allah, kita akan mendapati jawaban kalau Sang Raja begitu sayang pada kita.

Sumber: Kisahinspirasi.Blog
Share:

KISAH ONTA DAN ANAKNYA

Suatu hari seekor unta betina dan anaknya sedang bercengkrama tatkala anak bertanya kepada ibunya, "Ibu, bolehkan aku bertanya sesuatu?"

"Tentu anakku! Adakah sesuatu yang mengganggumu?", tanya ibunya.
Si anak bertanya, "Ibu, mengapa kita memiliki punuk?"
"Oh itu karena kita adalah hewan gurun, kita memerlukan punuk untuk menyimpan air sebagai cadangan ketika ada di padang pasir".

"Oh begitu, lalu kenapa kaki kita panjang dan bulat?"
"Itu untuk mempermudah kita berjalan di padang pasir. Dengan kaki seperti itu kita bisa bergerak dengan lebih baik dibanding hewan lainnya".

"Lalu mengapa kita memiliki bulu mata yang panjang? Sangat mengganggu penglihatan ibu".
Sang ibu menjawab dengan tegas dan bangga bahwa jawabannya bisa memuaskan keingintahuan anaknya, "Anakku, bulu mata yang panjang itu untuk melindungi mata kita dari debu dan pasir. Bagaimana anakku, apakah masih ada yang ingin kau ketahui?


Si anak terdiam sementara sambil berpikir sesuatu. Tak lama kemudian ia setengah berteriak berkata pada ibunya, "Satu lagi ibu, punuk untuk menyimpan air saat kita di padang pasir, kaki untuk berjalan di padang pasir dan bulu mata untuk melinduni dari pasir dan debu padang pasir, lalu mengapa kita harus memilikinya? Bukankah kita saat ini ada di kebun binatang!?"

Hikmah: Keterampilan, pengetahuan, kemampuan dan pengalaman hanya berguna jika Anda berada di tempat yang tepat.


Sumber: kisah-renungan.blogspot
Share:

Total Pengunjung

BTemplates.com

Followers

Contact Form

Name

Email *

Message *

Blog Archive

Apakah Blog ini Bermanfaat?

Labels

Kurikulum (254) Aplikasi (121) Pendidikan (106) Pengawas (47) Kisah Inspirasi (40) Kisah Teladan (27) Penawaran (18) Media Pembelajaran (11) Tes Online (9) Keluarga (4) Pelatihan (4)

Blog Archive