Media berbagi pengetahuan, pengalaman, informasi terkait penerapan kurikulum 2013, file aplikasi yang berguna bagi pendidikan.

Penilaian Sikap Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTs (Bag 1)

1. Pengertian Penilaian Sikap
Penilaian sikap merupakan kegiatan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas sebagai hasil pendidikan. Penilaian sikap ditujukan untuk mengetahui capaian/perkembangan sikap peserta didik dan memfasilitasi tumbuhnya perilaku peserta didik sesuai butir-butir nilai sikap dari KI-1 dan KI-2.

2. Teknik Penilaian

Share:

Program Remedial dan Pengayaan Kurikulum 2013 di SD/MI

Hasil penilaian pengetahuan dan keterampilan dianalisis untuk memperoleh informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil analisis digunakan untuk mengidentifikasi peserta didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) KD mata/muatan pelajaran. Bagi peserta didik yang belum mencapai KKM KD, pendidik harus menindaklanjuti dengan remedial, sedangkan bagi peserta didik yang telah mencapai KKM KD, pendidik dapat memberikan pengayaan.
Share:

Penilaian Sikap Kurikulum 2013 di SD/MI

A. Penilaian Sikap
Pada penilaian sikap diasumsikan bahwa setiap peserta didik memiliki perilaku yang baik. Perilaku menonjol (sangat baik atau perlu bimbingan) yang dijumpai selama proses pembelajaran ditulis dalam jurnal atau catatan pendidik. Apabila tidak ada catatan perlu bimbingan di dalam jurnal, peserta didik tersebut dikategorikan berperilaku sangat baik.

A.1 Perencanaan Penilaian Sikap
Perencanaan penilaian sikap dilakukan berdasarkan KI-1 dan KI-2. Pendidik merencanakan dan menetapkan sikap yang akan dinilai dalam pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran. Pada penilaian sikap di luar pembelajaran pendidik dapat mengamati sikap lain yang muncul secara natural.

Langkah-langkah perencanaan penilaian sikap sebagai berikut:
a. Menentukan sikap yang akan diamati di sekolah mengacu pada KI-1 dan KI-2.
b. Menentukan indikator sikap.

Contoh sikap pada KI-1 dan indikatornya:
Catatan:
Indikator sikap spiritual tersebut dapat ditambah sesuai karakteristik satuan
pendidikan dan dicantumkan dalam dokumen I Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Contoh sikap pada KI-2 dan indikatornya:
Catatan:
Indikator KI.1 dan KI.2 disosialisasikan kepada semua warga sekolah agar semua yang melaksanakan penilaian (termasuk siswa dan orang tuanya) mengetahui penjabaran indikator dalam KI.1 dan KI.2 juga (menjadi ruh dalam Visi, Misi, dan tujuan sekolah yang tercantum dalam dokumen I KTSP). Sekolah dapat menentukan sikap dan indikatornya sesuai dengan kebutuhan.

c. Menyusun format penilaian sikap
Pendidik menyiapkan format penilaian sikap yang digunakan untuk mencatat hasil
pengamatan. Format penilaian sikap ini dibuat sedemikian rupa agar proses penilaian sikap dapat dilakukan secara mudah dan praktis.

Contoh format penilaian sikap ditunjukkan pada tabel berikut.
Jurnal
Keterangan:
Pernyataan disesuaikan dengan butir-butir sikap pada indikator yang dinilai. Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai. Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan.

Penilaian Antarteman
Tabel 4.3 Contoh Format Penilaian Antarteman dengan model “Ya” atau “Tidak”

Nama teman yang dinilai  : ………………………………….
Nama penilai                       : ………………………………….
Kelas                                      : ………………………………….
Semester                               : ………………………………….

Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Keterangan:
Pernyataan disesuaikan dengan butir-butir sikap pada indikator yang dinilai. Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai. Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan.

Penilaian antarteman merupakan bentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk saling
menilai sikap dan perilaku keseharian temannya. Penilaian antarteman berfungsi sebagai alat konfirmasi terhadap penilaian yang dilakukan oleh pendidik.

Penilaian antarteman paling baik dilakukan pada saat peserta didik melakukan kegiatan
berkelompok. Instrumen penilaian antarteman dapat berupa lembar penilaian antarteman yang berisi “butir-butir pernyataan sikap positif yang diharapkan” dengan kolom “YA” atau “TIDAK” atau dengan skala Likert.

Tabel 4.4 Contoh Format Penilaian Antarteman dengan model Skala Likert

Nama teman yang dinilai : …………………………………
Nama penilai                       : …………………………………
Kelas                                     : …………………………………
Semester                              : …………………………………

Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan keadaan kalian yang sebenarnya.
Keterangan: TS= Tidak setuju; KS = Kurang setuju; S = Setuju; SS = Sangat Setuju



A.2 Pelaksanaan Penilaian Sikap
Pelaksanaan penilaian sikap disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang dilakukan pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran.











Gambar 4.2 Alur Pelaksanaan, Pengolahan, dan Pelaporan Penilaian Sikap

Prosedur pelaksanaan penilaian sikap meliputi hal-hal berikut:
a. Mengamati perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran.
b. Mencatat sikap dan perilaku peserta didik, yang sangat baik, baik, cukup, dan perlu bimbingan. Namun untuk mempermudah pelaksanaan, guru diperbolehkan setidak-tidaknya mencatat sikap dan perilaku yang menonjol (sangat baik atau perlu bimbingan) dengan menggunakan lembar observasi. Minimal pada pertengahan dan akhir semester, guru mata pelajaran dan pembina ekstrakurikuler menyerahkan perkembangan sikap spiritual dan sikap sosial setiap peserta didik kepada guru kelas untuk diolah lebih lanjut.

Hasil penilaian dirapatkan melalui dewan guru untuk menentukan deskripsi pada rapor peserta didik.

Tabel 4.5 Contoh Cara Pengisian Jurnal Sikap Spiritual (KI-1)

Nama Sekolah     : SD Bagimu Negeri
Kelas/Semester   : I/Semester I

Tahun pelajaran  : 2016/2017


Keterangan:
Format di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai

kebutuhan.

Tabel 4.6 Contoh Pengisian Jurnal Sikap Sosial (KI-2)

Nama Sekolah     : SD Bagimu Negeri
Kelas/Semester   : I/Semester I

Tahun pelajaran : 2016/2017


Keterangan:
Format di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai

kebutuhan.

Tabel 4.7 Contoh Pengisian Instrumen Penilaian Diri Peserta Didik

Nama                    : Lukito
Kelas                     : I (Satu)
Semester              : 1 (satu)
Waktu penilaian : 13 November 2016

Petunjuk: Berilah tanda cek (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan

yang sebenarnya.
Keterangan:
Pernyataan disesuaikan dengan butir-butir sikap pada indikator yang dinilai. Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai. Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan.

Tabel 4.8 Contoh Pengisian Instrumen Penilaian Antarteman

Nama teman yang dinilai : Arora
Nama penilai                       : Lukito
Kelas                                      : I (Satu)
Semester                               : 1 (satu)
Waktu penilaian                  : 13 November 2016

Petunjuk: Berilah tanda cek (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan

yang sebenarnya.
Keterangan:
Format di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai

kebutuhan.

c. Menindaklanjuti hasil pengamatan
Hasil pengamatan sikap dan perilaku peserta didik dibahas oleh pendidik kecuali ada atau ditemukan sikap spiritual/sosial yang perlu diprioritaskan, Pendidik dapat membahas dan melaporkan minimal dua kali dalam satu semester untuk ditindaklanjuti. Sebagai tindak lanjut, peserta didik yang mengalami peningkatan sikap dan perilaku, diberi penghargaan (verbal dan atau non-verbal), sedangkan peserta didik yang mengalami penurunan sikap
dan perilaku diberi program pembinaan dan atau motivasi.

A.3 Pengolahan Penilaian Sikap
Hasil penilaian sikap direkap oleh pendidik minimal dua kali dalam satu semester. Hasil penilaian sikap ini akan dibahas dan dilaporkan dalam bentuk deskripsi nilai sikap peserta didik.

Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai sikap selama satu semester:
a. Guru kelas dan guru mata pelajaran mengelompokkan atau menandai catatan-catatan
sikap peserta didik yang dituliskan dalam jurnal, baik sikap spiritual maupun sikap sosial.
b. Guru kelas membuat rekapitulasi sikap dalam jangka waktu satu semester (jangka waktu bisa disesuaikan sesuai pertimbangan satuan pendidikan).
c. Guru kelas mengumpulkan catatan sikap berupa deskripsi singkat dari guru mata pelajaran (PJOK dan Agama) dan warga sekolah (guru ekstrakurikuler, petugas perpustakaan, petugas kebersihan dan penjaga sekolah).
d. Guru kelas menyimpulkan dan merumuskan deskripsi capaian sikap spiritual dan sosial setiap peserta didik.

Berikut rambu-rambu rumusan deskripsi nilai sikap selama satu semester:
a. Deskripsi sikap menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Hindari frasa yang bermakna kontras, misalnya: ... tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun masih perlu bimbingan dalam hal ...
b. Deskripsi sikap menyebutkan perkembangan sikap peserta didik yang sangat baik, baik, cukup, atau perlu bimbingan.
c. Apabila peserta didik tidak memiliki catatan apapun dalam jurnal, sikap dan perilaku peserta didik tersebut diasumsikan baik.
d. Karena sikap dan perilaku dikembangkan selama satu semester, deskripsi nilai sikap peserta didik dirumuskan pada akhir semester. Oleh karena itu, guru mata pelajaran dan guru kelas harus memeriksa jurnal secara keseluruhan hingga akhir semester untuk menganalisis catatan yang menunjukkan perkembangan sikap dan perilaku peserta didik.
e. Penetapan deskripsi akhir sikap peserta didik dilakukan melalui rapat dewan guru pada akhir semester.

Berdasarkan rekap jurnal sikap dan perilaku selama satu semester dan rapat dewan guru, deskripsi sikap dalam rapor dituliskan seperti contoh berikut:
Sumber: Panduan Penilaian Kurikulum 2013 SD Revisi Desember 2016.
Semoga Bermanfaat.
Share:

Penilaian Pengetahuan dan Ketrampilan K-2013 Tingkat SD (Bag 2)

c. Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) Muatan Pelajaran.
Pemetaan kompetensi dasar ini digunakan sebagai dasar perancangan kegiatan
penilaian baik yang bersifat harian, per tema, maupun per semester. Di bawah ini
adalah contoh-contoh pemetaan kompetensi dasar.

Share:

Penilaian Pengetahuan dan Ketrampilan K-2013 Tingkat SD (Bag 1)

Penilaian pengetahuan dan keterampilan dapat dilakukan secara terpisah maupun  terpadu. Pada dasarnya, pada saat penilaian keterampilan dilakukan, secara langsung penilaian pengetahuan pun dapat dilakukan. Penilaian pengetahuan dan keterampilan harus mengacu kepada pemetaan kompetensi dasar yang berasal dari KI-3 dan KI-4 pada periode tertentu.
Share:

Modul Manajemen Implementasi Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan Indonesia saat ini, walaupun belum semua kelas, namun mulai tahun pelajaran 2018/2019 semua sekolah harus sudah menerapkan kurikulum 2013 pada semua jenjang pendidikan, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK.

Kurikulum 2013 ini merupakan kurikulum yang diharapkan dapat diterapkan oleh pemerintah sebagai pengganti Kurikulum 2006 yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 secara bertahap disempurnakan dengan mengintegrasikan gerakan literasi, penerapan pendidikan karakter, berpikir tingkat tinggi, dan 4 ketrampilan abad 21.

Memahami Kurikulum 2013 diperlukan dan dibutuhkan cara-cara dan panduan untuk melaksanakannya di masing-masing sekolah. Baik itu oleh Guru bidang studi, Kepala Sekolah, dan juga Pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Modul manajemen implementasi Kurikulum 2013 ini memfasilitasi sekolah untuk memahami pengelolaan kurikulum 2013 dengan mempelajari prinsip-prinsip penyusunan kurikulum dan pengembangan strategi penyusunan kurikulum.

Modul manajemen implementasi kurikulum 2013 ini meliputi 7 topik utama, yaitu analilis SKL, KI dan KD, IPK dan Silabus, analisis materi dalam buku teks pelajaran, analisis penilaian dan pengolahan hasil belajar, perancangan perangkat pembelajaran, pengelolaan implementasi kurikulum 2013 dan strategi penyempurnaan buku KTSP.

Untuk mengunduh/mendownloadnya silahkan klik tautan dibawah.

1. Modul Manajemen Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat SD
2. Modul Manajemen Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat SMP
3. Modul Manajemen Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat SMA
4. Modul Manajemen Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat SMK
    (download disini)    

Semoga bermanfaat.

Baca Artikel lainnya:
Aplikasi Rapor Kurikulum 2013 SMP Tahun 2018
Aplikasi Raport ini dapat memudahkan tugas Guru dalam mengolah nilai dan hasil belajar pada kurikulum 2013.
Aplikasi berdasarkan Panduan Penilaian Kurikulum 2013 untuk SMP Revisi Juni 2017 dan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016. Aplikasi support pada Ms Excel 2007 dan Ms Excel 2010 (lebih baik). Aplikasi diformat dengan ekstensi *.exe (Application).
Aplikasi ini dilengkapi dengan: 1. Input Aspek Pengetahuan dengan 8 Kompetensi Dasar 2. Input Aspek Ketrampilan dengan 8 Kompetsni Dasar 3.  Jurnal KI-1 dan KI-2.
Aplikasi Rapor Kurikulum 2013 MI Revisi Tahun 2018
Aplikasi Raport ini dapat memudahkan tugas Guru dalam mengolah nilai dan hasil belajar pada kurikulum 2013.
Aplikasi berdasarkan Panduan Penilaian Kurikulum 2013 untuk SD Revisi Desember 2016 dan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016. Aplikasi support pada Ms  Excel 2010. Aplikasi diformat dengan ekstensi *.exe (Application).Aplikasi ini dilengkapi dengan: 1. Input Aspek Pengetahuan dengan 9 Kompetensi Dasar 2. Input Aspek Ketrampilan dengan 9 Kompetsni Dasar 3.  Jurnal KI-1 dan KI-2. 
Kemudahan Aplikasi: Guru hanya input Data Siswa dan Nilai Siswa. Kompetensi Dasar (KD) sudah terintegrasi dalam aplikasi. Deskripsi capaian otomatis muncul, demikian juga deskripsi sikap spiritual dan sikap sosial.

Aplikasi Rapor Kurikulum 2013 SD Tahun 2018
Aplikasi Raport ini dapat memudahkan tugas Guru dalam mengolah nilai dan hasil belajar pada kurikulum 2013.
Aplikasi berdasarkan Panduan Penilaian Kurikulum 2013 untuk SD Revisi Aplikasi ini dilengkapi dengan: 1. Input Aspek Pengetahuan dengan 9 Kompetensi Dasar 2. Input Aspek Ketrampilan dengan 9 Kompetsni Dasar 3.  Jurnal KI-1 dan KI-2. 

Kemudahan Aplikasi: 
Guru hanya input Data Siswa dan Nilai Siswa. Kompetensi Dasar (KD) sudah terintegrasi dalam aplikasi. Deskripsi capaian otomatis muncul, demikian juga deskripsi sikap spiritual dan sikap sosial.
Output Aplikasi: 
1. Nilai-Predikat, Deskripsi setiap mapel 2. Raport UTS  3. Raport Semester   4. Daftar Kumpulan Nilai (DKN) per siswa  5. Daya Serap mapel/kelas  6. Buku Induk Lengkap. 

Semoga Bermanfaat.
Share:

Kisah Di Suatu Hari Raya

Hari raya Idul Fitri telah tiba. Sejak pagil-pagi sekali, semua orang sibuk mempersiapkan pesta menyambut lebaran. Kota Madinah dipenuhi dengan suasana gembira. Waktu pelaksanaan shalat Id semakin dekat saja. Tua-muda, dengan mengenakan pakaian terbaru mereka pergi menuju lapangan. Anak-anak turut beserta orangtua mereka, bermain dan bercanda di tempat yang agak jauh dari orang dewasa. Suasana di sekitar lapangan semakin semarak dengan aroma wewangian yang melenakan dari pakaian yang melambai-lambai serta saputangan yang berkibar-kibar ditimpa riuh-rendah suara anak-anak yang tiada henti.

Usai shalat Id anak-anak tampak sibuk mengucapkan selamat lebaran. Ketika Rasulullah hendak pulang, beliau melihat seorang bocah bertubuh kurus memakai baju compang-camping, duduk sendirian di salah satu sudut lapangan sembari melelehkan air mata.

Share:

Penyair Yang Dipermalukan

Saat Arab belum tersentuh Islam, ketidakmampuan membalas dendam dianggap sebagai pertanda nasib buruk.

Adalah Imru al-Qais, seorang penyair mu'alliqat tersohor di zamannya. Syahdan lelaki ini menaruh dendam atas Bani Asad. Pasalnya, kabilah ini berbuat kesalahan yang kelewat parah; mereka telah membunuh ayahnya.

Berbekal tiga anak panah undian, ia pun pergi mencari wangsit di tempat pemujaan berhala Dzul Khulashah. Masing-masing anak panah akan menentukan satu di antara tiga pilihan: "balas secepatnya, tunda, dan urungkan."
Share:

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kurikulum 2013 di SD

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik muatan pelajaran, dan kondisi Satuan Pendidikan. 

Penentuan KKM harus mempertimbangkan setidaknya 3 aspek, yakni karakteristik peserta didik (intake), karakteristik muatan/mata pelajaran (kompleksitas), dan kondisi satuan pendidikan (pendidik dan daya dukung.
Share:

Kisah Penjual Ikan

Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar"

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata :DISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?"

"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.
Share:

Model KKM Kurikulum 2013 SMP

Model KKM terdiri atas lebih dari satu KKM dan satu KKM. Satuan pendidikan dapat memilih salah satu dari model penetapan KKM tersebut. Penjelasan rinci kedua model tersebut dipaparan sebagai berikut.

a. Lebih dari Satu KKM

Satuan pendidikan dapat memilih setiap mata pelajaran memiliki KKM yang berbeda. Misalnya, KKM IPA (64), Matematika (60), Bahasa Indonesia (75), dan seterusnya. Di samping itu, KKM juga dapat ditentukan berdasarkan rumpun mata pelajaran (kelompok mata pelajaran). Misalnya, rumpun MIPA (Matematika dan IPA) memiliki KKM 70, rumpun bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) memiliki KKM 75, rumpun sosial (IPS dan PPKn) memiliki KKM 80, dan seterusnya.
Share:

Konsep Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) SMP

KKM menjadi konsep penting dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang menggunakan paradigma mastery learning (ketuntasan belajar) sehingga penilaian hasil belajar peserta didik menggunakan penilaian acuan kriteria (PAK). Dalam penilaian acuan kriteria, untuk menyatakan peserta didik tuntas belajar atau belum diperlukan suatu ukuran minimal yang disebut KKM.

Share:

Total Pengunjung

BTemplates.com

Followers

Contact Form

Name

Email *

Message *

Blog Archive

Apakah Blog ini Bermanfaat?

Blog Archive